Eksistensi Musik Klasik di Era Modern Indonesia

eksistensi musik klasik di era modern indonesia

Apabila mendengar musik klasik, siapa musisi yang pertama Kali melintas dalam benak anda? Apakah Beethoven? Atau kah Mozart? Atau musisi lain? Nama – nama musisi tersebut memang sangat lekat khususnya apabila Kita membahas musik Klasik. Karena beliau – beliau ini merupakan beberapa dari “ayah” dari semua musisi musisi besar dengan aliran Klasik yang lahir serta melestarikan musik Klasik hingga Saat ini. Jadi, Itulah mengapa musisi seperti bach, Beethoven, dan Mozart menjadi legenda yang tidak pernah terlupakan hingga Saat ini. Seiring dengan berkembang nya Zaman, genre – genre atau aliran – aliran musik baru banyak bermunculan yang kemudian mencuri perhatian kaum – kaum muda pada zamanya untuk lebih menyukai genre musik baru yang dinilai lebih hits serta modern. Dengan perkembangan ini musik Klasik mulai jarang terdengar sementara genre musik lain seperti pop, dangdut Dan reggae terasa lebih familiar di telinga karena hampir di Dengarkan tiap Hari. Namun, meskipun begitu eksistensi musik Klasik tetap bertahan di tengah maraknya berbagai aliran musik Baru yang muncul.

BACA JUGA : Sepak Terjang Steven Bersama Steven and The Coconut Treez Dalam Menghidupkan Musik Raggae di Indonesia

Musik Klasik memiliki ciri khas yaitu keindahan. Terdapat sangat banyak keindahan dalam instrumen musik Klasik. Karena hal ini, menurut ilmu psikologi, mendengarkan musik klasik dapat Membantu orang mendapatkan ketenangan. Mendengarkan musik Klasik sangat disarankan serta direkomendasikan khususnya bagi Mereka yang memiliki masalah mental ringan seperti stress yang kemudian menyebabkan orang menjadi gelisah, susah tidur, tidak dapat menemukan ketenangan dan sebagainya. Tidak hanya itu, karena keindahan dari alunan musik klasik yang dapat menenangkan, banyak dokter Dan praktisi kesehatan khususnya yang fokusnya untuk menangani ibu hamil juga menyarankan untuk mendengarkan serta memperdengarkan musik Klasik untuk dirinya dan calon bayi yang Masih di dalam kandunganya. Hal ini dipercaya dapat membuat keduanya rilex, serta, dapat merangsang otak bayi di dalam kandungan sehingga dia akan lebih peka terhadap rangsangan – rangsangan yang diberikan. Itu lah beberapa hal yang membedakan musik Klasik dengan aliran musik lain – dan juga mengapa aliran musik ini tetap abadi hingga kini di tengah maraknya jenis – jenis musik Baru yang dinilai jauh lebih modern dan populer. Genre musik silih berganti namun musik Klasik tetap abadi.

Beberapa orang mengatakan, ada beberapa hal yang mempengaruhi selera musik seseorang, salah satunya adalah kelas sosial. Jika berbicara tentang musik Klasik, pernyataan tersebut terasa benar adanya. Karena sekarang ini di Indonesia, selain mereka yang mendengarkan musik Klasik untuk tujuan tertentu, yang masih menyukai genre musik ini rata – rata merupakan orang kelas atas. Hal ini mungkin dipengaruhi karena harga tiket dari pergelaran musik genre ini sangatlah tidak Murah sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah tidak mampu membelinya, Akibatnya, masyarakat menengah ke bawah makin merasa asing dengan genre musik yang satu ini. Di Indonesia ada beberapa komposer yang masih berkiprah melestarikan genre musik Klasik, diantaranya adalah Addie MS, serta Erwin Gutawa. Meski tidak sepenuhnya menggarap musik klasik namun mereka adalah beberapa komposer yang membuat musik Klasik masih mengalun indah hingga kini, khususnya di Indonesia yang juga sangat kaya akan masakan. Karena keindahan dari musik ini diharapkan musik Klasik akan tetap abadi hingga nanti dan tidak tergerus dengan perkembangan Zaman modern yang kian pesat sehingga melahirkan genre – genre musik baru yang lebih diminati oleh generasi muda.

Please follow and like us: